EKONID

1924: Cikal Bakal Terbentuknya EKONID
Kamar Dagang Jerman untuk Luar Negeri (AHK) pertama didirikan di Batavia dan sempat ditutup selama Perang Dunia ke-II.

1970: Langkah Awal
Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) didirikan oleh enam pengusaha Indonesia dan Jerman untuk mendukung kegiatan promosi dagang kedua negara.

1973: Peresmian EKONID
Pemerintah Indonesia secara resmi mengakui EKONID sebagai Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman.

1975: Informasi Sebagai Kunci Utama
EKONID merilis edisi pertama Rundbrief – sebuah newsletter yang didedikasikan untuk anggota EKONID berisi isu seputar ekonomi dan hukum di Indonesia dan Jerman. Dengan bahasan yang detil dan menyeluruh, Rundbrief berkembang menjadi sumber informasi terpercaya bagi komunitas bisnis Indonesia. Melihat kebutuhan informasi yang semakin tinggi, EKONID akhirnya merilis majalah triwulan SOROTAN berisi laporan-laporan bisnis, hukum dan hubungan kemasyarakatan, yang dicetak dalam bahasa Indonesia.

1977: Pertumbuhan Pesat
Seiring pertumbuhan jumlah karyawan, anggota serta sejumlah kegiatan bisnis, EKONID akhirnya memindahkan lokasi perkantorannya ke salah satu gedung bertingkat di Jakarta - Wisma Metropolitan. Tak berapa lama kemudian, setelah renovasi yang cukup menyeluruh, EKONID mulai menempati gedung perkantoran baru yang sebelumnya merupakan gedung kedutaan Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman: DDR).

1979: Kegiatan Utama EKONID
Dengan bertajuk Indogerma, Pameran Industri Jerman ke-13 berhasil diselenggarakan di Jakarta. Pameran yang diakui di seluruh dunia tersebut adalah yang pertama kalinya diselenggarakan di sebuah negara Asia Tenggara. Selanjutnya, pada tahun 1999 Pameran Industri Jerman diadakan untuk ke-2 kalinya dengan mengusung nama Technogerma. Melalui pameran ini, sejumlah inovasi terbaru dengan teknologi tinggi kembali dipertunjukkan kepada para pengunjung. Melihat pentingnya kegiatan networking sebagai kunci keberhasilan bisnis, pada tahun yang sama, EKONID menggelar kegiatan Business Luncheon dan Get Togethers yang kemudian menjadi kegiatan reguler bagi para anggota.

1996: Wajah-wajah Ternama di EKONID & Peluncuran Perdana Situs EKONID
Melihat peluang yang ditawarkan internet bagi perusahaan di dunia, EKONID mempersembahkan situs pertama nya – sebuah “kamar dagang virtual”. Pada tahun yang sama di bulan November, Angela Merkel, mantan Menteri Lingkungan dan Keamanan Nuklir yang saat ini menjabat sebagai Kanselir Republik Jerman, mengunjungi EKONID.

Beberapa wajah ternama juga menyempatkan kunjungan ke EKONID, diantaranya kunjungan pada tahun 2000 oleh Joschka Fischer yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Federal. Fischer hadir dalam kegiatan Business Luncheon yang mengangkat tema Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Sementara itu pada tahun 2002, Helmut Kohl, Kanselir Republik Federal German pada saat itu, turut mengunjungi EKONID bersama dengan sejumlah delegasi bisnis parlemen Jerman.

2000: Komitmen Sosial
EKONID Peduli merupakan sebuah proyek sosial yang merupakan kegiatan inisiatif EKONID. Dengan bantuan sedikitnya 40 donatur EKONID membantu pendirian kembali sebuah sekolah yang hampir hancur total di Balaraja, Tangerang. Disamping itu, sebagai respon terhadap bencana tsunami, EKONID membentuk INDOGERM-direct pada tahun 2005. Kegiatan inisiatif ini berhasil mengimplementasikan 30 proyek sosial untuk membantu korban tsunami di Aceh dan Nias. Proyek baru juga menjadi sorotan kegiatan EKONID di tahun 2010, dimana EKONID meresmikan proyek 4 tahun ke depan bernama “Clean Batik Initiative”. Proyek yang didanai bersama dengan Komisi Uni Eropa ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif produksi batik terhadap lingkungan, meningkatkan pendapatan UKM batik, serta peningkatan kondisi kerja dan keamanan tenaga kerja UKM batik.

2006: Peluang Baru Dalam Segmen Bisnis Strategis
Pada tahun ini, EKONID berhasil menyelenggarakan kegiatan Simposium Energi Terbaharui Jerman Indonesia untuk pertama kalinya. Acara tersebut merupakan kesempatan tepat untuk mempelajari teknologi Jerman, bertemu dengan pakar teknologi dari Indonesia dan Jerman serta memperkenalkan peluang bisnis di bidang energi terbaharui di Indonesia.

2007: Merek Dagang Baru “DEInternational”
Sebagai bagian dari jaringan 120 Kamar Dagang Jerman untuk Luar Negeri (AHK) di 80 negara, EKONID kini menawarkan jasa nya dibawah merek dagang “DEInternational”.

2010: Peringatan 40 Tahun EKONID di Indonesia
EKONID telah bertumbuh sebagai kamar dagang yang solid selama kurun waktu 40 tahun. Lebih dari 250 perusahaan Jerman telah menggerakkan laju investasi sebesar USD 40 juta di Indonesia selama kurun waktu tersebut, dimana kedua negara telah melakukan transaksi perdagangan bernilai USD 5 juta setiap tahunnya.

Di tahun yang sama, EKONID ikut terlibat dalam pembentukan kantor AHK-Asean di Frankfurt yang merupakan hasil kerjasama dengan AHK di Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Pembentukan kantor ini menandai sejumlah potensi kegiatan kemitraan yang semakin meningkat antara Indonesia dan ASEAN, khususnya Indonesia.