Decentralized energy supply with focus on hybrid systems with small wind and PV

Tanggal30 Maret - 2 April 2020
KotaJakarta
TipeAHK – Perjalanan Bisnis (Konferensi dan B2B Meeting)
PartnerKementerian Federal Jerman Untuk Ekonomi dan Energi (BMWi), dan Eclareon
IndustriProdusen dan pengembang sistem energi hibrid(fokus pada energi surya dan turbin angin skala kecil) serta terkait hal lainnya seperti : sistem pengendali, perangkat lunak dan penyimpanan daya
Latar BelakangIndonesia terdiri dari sekitar 17.000 pulau, setidaknya 6.000 pulau telah dihuni, menjadikan pemenuhan listrik diseluruh Indonesia merupakan sebuah tantangan yang cukup besar.

Sejauh ini di sebagian besar di pulau-pulau kecil, generator diesel digunakan untuk sumber penggunaan pasokan listrik. Namun demikian, pemerintah terus mengurangi subsidi harga untuk diesel, membuat generator berbasis diesel kurang menarik untuk produksi energi. Sebaliknya, terutama di bagian timur Indonesia, yang tidak memiliki aliran listrik yang cukup, ada potensi besar untuk penggunaan tenaga surya untuk pembangkit listrik karena ketika siang hari sinar hari berjumlah cukup besar untuk di manfaatkan. Berlawanan dengan pulau-pulau yang berada di bagian tengah indonesia, dimana diwilayah ini lebih baik untuk menggunakan turbin angin untuk menghasilkan energinya.

Penggunaaan sistem energi hibrida yang terutama terdiri dari PV dan turbin angin, kadang-kadang dalam kombinasi dengan generator diesel, harus mengamankan pasokan daya di daerah yang terdesentralisasi.

Perusahaan energi milik negara, PLN, memiliki rencana untuk mengaliri listrik hampir semua pulau berpenghuni dengan menggunakan 23% energi terbarukan hingga tahun 2025. Itulah sebabnya ada berbagai program pendanaan resmi, pajak yang lebih rendah, fasilitasi impor dan harga feed-in untuk energi yang lebih terjamin, tergantung pada lokasi dan jenis proyek.

Selain itu tenaga surya dan turbin angin (kecil), juga penting untuk memastikan produksi, distribusi, dan pemanfaatan energi yang efisien dengan menggunakan teknologi terbaru seperti penggunaan software, dan penyimpanan daya didalamnya. Di sektor sistem energi hibrida, saat ini masih ada kekurangan teknologi yang efisien dan andal di Indonesia, sehingga pengetahuan Jerman sangat dibutuhkan di sini.
Link registrasiKlik disini
Presentasi
  • Sesi pembuka
  • Sesi I
  • Sesi II
  • Sesi III

Partners