Inisiatif Ekspor "Energi Terbarukan dan Energi Efisiensi pada Bangunan dan Gedung di Indonesia 2019“

Tanggal11 – 15 Nopember 2019
KotaJakarta
ObjectivePerjalanan Bisnis: Bisnis Forum dan Diskusi dengan Potensial Partner
PartnerBMWI – Federal Ministry for Economic Affairs and Energy
RENAC – Renewables Academy
IndustriBisnis, perusahaan dari sektor komersial serta profesi yang berkaitan dengan sektor energi terbarukan dan energi efisiensi pada bangunan dan gedung bertingkat.
Latar BelakangRumah tangga dan sektor swasta / komersial bersama-sama menyumbang sekitar seperlima dari konsumsi energi Indonesia dan merupakan konsumen terbesar ketiga setelah sektor transportasi dan industri.

Sektor bangunan saat ini menyumbang sekitar 28% dari total emisi CO2 yang terkait dengan energi, dimana dua pertiganya adalah emisi dari pembangkit listrik yang digunakan untuk bangunan. Tujuan nasional Indonesia adalah mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29 persen pada tahun 2030 dan karenanya sangat bergantung pada investasi dalam efisiensi energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dalam hubungannya dengan meledaknya pembangunan konstruksi yang berkelanjutan di pusat-pusat kota Indonesia, ruang kantor yang tersedia juga berkembang lebih dari 540.000 m² per tahun, menciptakan permintaan tinggi tehadap teknologi bangunan yang diperlukan, terutama di bidang pendinginan. Karena pendinginan bangunan di Indonesia menyumbang sekitar 60% dari total konsumsi energi gedung, akan menjadi jauh lebih penting bagi pemilik gedung untuk menggunakan teknologi hemat energi terlebih setelah adanya pengurangan bertahap subsidi listrik di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan peningkatan harga listrik yang diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat. Dengan tidak adanya pemain lokal, teknologi hemat energi ini terus diimpor dari luar negeri dalam skala besar.

Di bidang pencahayaan hemat energi dan otomatisasi bangunan Indonesia menawarkan potensi besar untuk menghemat konsumsi listrik. Saat ini hanya sekitar 10% bangunan di Indonesia yang dilengkapi dengan teknologi LED untuk penerangan. Otomasi bangunan juga masih banyak ditemukan di industri di Indonesia,akan tetapi di sisi lain sistem otomasi bangunan (BAS) saat ini juga semakin banyak digunakan di gedung-gedung, yang menyebabkan pertumbuhan pasar 10 -15% per tahun.
Informasi lebih lanjut terkait delegasiInformasi terkait delegasi

Dokumen registrasi

Partners