Program ExperTS

ExperTS mempromosikan praktik bisnis yang berkelanjutan di seluruh dunia

Di sekitar 30 negara, para ahli memberikan konsultasi terhadap perusahaan-perusaaan lokal, Jerman, maupun Eropa dalam bidang pengembangan kebijakan. Program ini, yang didukung oleh Kementrian Federal Jerman untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (BMZ) bertujuan untuk membuat hubungan yang lebih erat antara promosi perdangangan asing dengan kebijakan pengembangan. Program ini diimplementasikan dengan kerja sama antara Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, Kamar Dagang dan Industri Luar Negeri Jerman, dan delegasi Jerman untuk industri dan perdagangan. Para ahli tersebut ditempatkan sebagai Ahli Terintegrasi di Centre for International Migration and Development (CIM). Mereka dipekerjakan secara lokal dan menerima tambahan tunjangan dari ExperTS-Programme.

dari AHK untuk Anda

AdA-Training di Jakarta

Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN, kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sangatlah mendesak. Presiden Joko Widodo telah mengungkapkan minat serupa dalam kunjungan Presiden ke Jerman tanggal 18 April 2016 yang lalu.

Agar bisa meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil, maka dibutuhkan pelatih tenaga kerja yang berkualifikasi. Oleh karena itu, EKONID/AHK memperkenalkan standar dan materi Pelatihan Pelatih Tempat Kerja (AdA) – Versi Dasar yang dikembangkan oleh DIHK BildungsGmbH ke Indonesia. Standar dan materi pelatihan AdA ini akan memberikan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang diperlukan seorang pelatih, instruktur, atau supervisor di tempat kerja untuk menjalankan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang efektif. Standar dan materi tersebut didasarkan pada standar pendidikan kejuruan dengan sistem ganda di Jerman yang telah terbukti efektif dengan menekan angka pengangguran muda di Jerman yang termasuk paling rendah di antara negara lain di Eropa, dan telah disesuaikan untuk penerapan di Indonesia.

Pelatihan Ausbildung der Ausbilder (AdA) berfokus pada aspek pedagogis dan metodis dari pendidikan kejuruan. Pelatihan ini terdiri dari empat bagian, dimana bagian dua dan tiga adalah yang paling luas dan penting cakupannya. Kedua bagian ini – menyiapkan dan melaksanakan pelatihan – memberikan pengetahuan mengenai pengembangan rencana pelatihan, menciptakan kondisi pelatihan yang profesional, mengembangkan dan merancang tugas-tugas pelatihan dan pekerjaan, serta bagaimana menggunakan metode dan media pelatihan yang berbeda. Dalam materi tersebut juga diajarkan bagaimana melaksanakan dan menganalisa evaluasi.

Pelatihan AdA pertama di Indonesia dilaksanakan melalui kerjasama dengan proyek pendidikan kejuruan IHK Trier/ Sequa di Semarang pada tanggal 2 sampai 9 November 2015 yang lalu. Pelatihan tersebut didukung oleh Forum Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Tengah, dan upacara penyerahan sertifikat dihadiri juga oleh Bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah.

Pelatihan AdA di Jakarta yang pertama dilaksanakan melalui kerjasama dengan Politeknik Manufaktur Astra di Markas Besar Astra Internasional di Jakarta, tanggal 25 sampai 30 April 2016. Upacara penyerahan sertifikat dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2016 di area Polman Astra dan dihadiri oleh Bapak Hardy Hoffmann sebagai Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan EKONID, Bapak Tony H. Silalahi selaku Direktur Polman Astra, dan sertifikat diserahkan kepada peserta yang lulus oleh Bapak Aloysius Budi Santoso, Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra Internasional tbk. Dalam sambutannya, para pembicara mengonfirmasi keuntungan dari pelatihan ini dan mengharapkan terjalinnya kerjasama lebih lanjut dengan perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan Astra.

Materi yang digunakan dalam kedua pelatihan tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia untuk memastikan pemahaman peserta, demikian juga dengan proses pembelajaran dan pengujian dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia oleh pelatih dari Indonesia yang telah bersertifikasi. EKONID/AHK bertanggung jawab dalam proses pengujian dan pemberian sertifikasi dengan menyediakan Dewan Penguji, dan menerbitkan sertifikat yang diakui oleh DIHK.

 

 

Bentuk Program ExperTS: Contoh Kerjasama

Dengan peran kami sebagai jembatan penghubung antara institusi pemerintah dan pihak swasta, kami memastikan untuk selalu mengetahui informasi terbaru di bidang TVET. Oleh karena itu, kami berpartisipasi di beberapa loka karya, baik di tingkat regional maupun internasional. Salah satu loka karya yang dimaksud adalah Konferensi TVET Regional Ketiga yang diadakan di Laos pada tanggal 14 dan 15 Desember 2015. Konferensi TVET ini pada awalnya diprakarsai oleh Kementrian Federal Jerman.

Peserta lain di konferensi tersebut adalah perwakilan dari petinggi di pemerintahan negara ASEAN, spesialis dan organisasi TVET baik di lingkup nasional maupun regional, komunitas bisnis dan anggota Kamar Dagang dan organisasi keanggotaan bisnis, anggota masyarakat sipil, profesional paruh waktu, dan konsultan di bidang TVET, serta instansi internasional seperti ADB, UNESCO, ILO.

 

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini meliputi berbagai presentasi, sesi bertukar pendapat, dan panel diskusi yang menghasilkan kesepakatan bersama, bahwa negara-negara anggota ASEAN menghadapi permasalahan yang mirip dalam mempromosikan TVET sesuai kebutuhan. Salah satu permasalahan yang dimaksud adalah belum adanya satu kerangka kualifikasi yang konkret, kurikulum pembelajaran yang sering kali tidak relevan dengan kebutuhan komunitas bisnis, dan juga kurangnya pendanaan yang berstruktur untuk sistem TVET nasional. Oleh karena itu, peningkatan kerjasama antara publik dan swasta dapat dilihat sebagai elemen kunci untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.

Informasi yang kami kumpulkan di acara tersebut akan dibagikan dan didiskusikan di loka karya dan rapat yang kami selenggarakan di Indonesia. Salah satunya adalah Loka Karya TVET dengan SIEMENS pada tanggal 17 Desember 2015. Tujuan dari loka karta ini adalah untuk berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan TVET dan membuka diskusi mengenai cara meningkatkan kolaborasi TVET antara institusi pemerintah dan sektor swasta di Indonesia. Loka karya ini dihadiri oleh representasi sektor swasta termasuk SIEMENS AG Jerman dan juga SIEMENS Indonesia, Mercedes-Benz Indonesia dan Politeknik Manufaktur Astra.

Perwakilan dari institusi pemerintah dari kedua negara juga turut diundang, termasuk perwakilan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, serta dari kedutaan Jerman. Selama loka karya berlangsung, para peserta berbagi program TVET yang sedang berlangsung dan juga tantangan yang telah mereka alami beserta dengan solusinya. Pada akhir loka karya, semua peserta mengakui diperlukannya sebuah platform diskusi antar institusi secara teratur.