Logo dar Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman

EKONID Bergabung dalam Booth Kerja Sama Energi Jerman–Indonesia di ISEW 2026

  • News

EKONID bergabung dengan ISEW 2026 bersama mitra Jerman dan internasional untuk menampilkan keahlian, pembiayaan, kerja sama teknis, serta peluang bisnis yang mendukung transisi energi Indonesia.

News EKONID Joins German-Indonesian Energy Cooperation Booth at ISEW 2026

Pada 19–20 Agustus 2026, EKONID berpartisipasi dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Fairmont Hotel Jakarta sebagai bagian dari stan bersama kerja sama energi Jerman–Indonesia.

 

Bersama GIZ, KfW, DEG, Global Green Growth Institute (GGGI), dan German National Metrology Institute (PTB), EKONID memperkenalkan berbagai bentuk keahlian dan dukungan yang tersedia bagi para pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi Indonesia. Kehadiran bersama ini mempertemukan institusi yang bergerak di bidang kerja sama teknis dan pembangunan, pembiayaan, standardisasi, serta keterlibatan sektor swasta.

 

ISEW 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan dukungan Pemerintah Jerman dan pelaksanaan oleh GIZ Indonesia & ASEAN. Berlangsung bersamaan dengan Indosolar 2026, acara ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, mitra pembangunan, akademisi, serta penyedia teknologi untuk membahas langkah konkret dalam menjalankan agenda transisi energi Indonesia. Lebih dari 700 peserta hadir pada hari pembukaan.

 

Acara secara resmi dibuka oleh Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan, bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung.

 

Dalam sambutannya, Menteri Alabali Radovan menyebut Indonesia sebagai mitra penting bagi Jerman. Ia menekankan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah lokal, serta hubungan bisnis jangka panjang yang lebih kuat antara perusahaan Indonesia, Jerman, dan Eropa.

 

Kuatnya keterlibatan sektor swasta Jerman juga terlihat dari kehadiran 27 perusahaan Jerman di ISEW 2026. Partisipasi tersebut membuka ruang bagi perusahaan untuk menjajaki peluang kerja sama, teknologi, dan investasi bersama mitra di Indonesia.

 

EKONID diwakili oleh Direktur Eksekutif Dr. Monika Erath dan Anggota Dewan Pengawas Surya Fitri, bersama tim Business Development EKONID, yaitu Stephan Blocks, Margareth Salindeho, Florian Jändrasch-Eisenschmidt, dan Raffael Sonnenhol.

 

Melalui stan bersama tersebut, EKONID memperkenalkan perannya dalam mempertemukan perusahaan Jerman dengan mitra potensial di Indonesia serta membantu pelaku usaha memahami perkembangan dan peluang di sektor energi. Kehadiran berbagai institusi dalam satu stan juga menunjukkan bagaimana dukungan di bidang pembiayaan, teknologi, standar, kerja sama pembangunan, dan pengembangan bisnis dapat saling melengkapi.

 

Partisipasi EKONID di ISEW 2026 melanjutkan rangkaian dialog yang sebelumnya berlangsung dalam German Energy Business Roundtable pada awal Agustus. Forum tersebut mempertemukan perusahaan dan institusi Jerman untuk membahas berbagai isu yang memengaruhi kegiatan usaha di sektor energi, mulai dari regulasi dan pengadaan hingga pengembangan smart grid, biogas, dan biomethane. Diskusi juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih erat antara dunia usaha dan pembuat kebijakan.

 

Ke depan, EKONID akan terus mendukung kerja sama Jerman–Indonesia di sektor energi dengan mempertemukan perusahaan dan institusi, mendorong dialog dengan para pemangku kepentingan, serta membantu pelaku usaha mengenali peluang di tengah perkembangan sektor energi Indonesia.

Dalam kategori:

Mencari sesuatu yang lain?

Di pusat informasi kami, Anda dapat menemukan berita terkini, unduhan, video, podcast.

Pergi ke Pusat Informasi