Pada 10 hingga 13 Februari, Direktur Eksekutif EKONID, Dr. Monika Erath, bersama Alexandra Engel, Executive dari Departemen Business Development, mendampingi delegasi dari the German Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE) dalam rangkaian programnya di Indonesia. Delegasi tersebut dipimpin oleh Dr. Christoph Ploß, Anggota Parlemen Jerman sekaligus Koordinator Pemerintah Federal untuk Ekonomi Maritim dan Pariwisata, dan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta.
Rangkaian program delegasi diawali dengan kunjungan ke Batam pada 10–13 Februari. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda untuk memahami secara langsung perkembangan kawasan industri dan potensi investasi di salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Batam sendiri merupakan salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan paling dinamis di Indonesia. Saat ini, Indonesia memiliki 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, hilirisasi industri, serta penciptaan lapangan kerja melalui berbagai insentif bagi investor domestik dan asing. Terdapat lima KEK yang terletak di Kepulauan Riau, empat diantaranya berada di Batam. Kedekatan Batam dengan Singapura, serta statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, menjadikannya pusat manufaktur dan rantai pasok yang strategis di kawasan Asia Tenggara.
Selama berada di Batam, delegasi berkesempatan untuk melihat sejumlah proyek industri utama. Salah satunya adalah Proyek TenneT 2GW HVDC di PT McDermott Indonesia yang bekerja sama dengan TenneT dan GE Vernova. Proyek ini memberikan gambaran mengenai peran Batam dalam mendukung pengembangan infrastruktur energi dan integrasi rantai pasok global.
Delegasi juga melakukan pertemuan dengan BP Batam untuk membahas kerangka regulasi dan mekanisme investasi di Kawasan Perdagangan Bebas Batam. Dalam struktur tersebut, BP Batam berperan sebagai otoritas layanan satu pintu untuk persetujuan investasi utama. Pertemuan ini menyoroti pentingnya kepastian regulasi dan kemudahan perizinan dalam menarik investasi internasional, termasuk bagi perusahaan-perusahaan Jerman yang aktif di sektor maritim, energi, dan industri.
Agenda dilanjutkan pada 12 Februari dengan diskusi meja bundar di kantor EKONID di Jakarta. Diskusi ini mempertemukan delegasi BMWE, perwakilan Kedutaan Besar Jerman, serta perusahaan-perusahaan Jerman yang beroperasi di sektor maritim di Indonesia. Pembahasan berfokus pada perkembangan ekonomi maritim dan logistik Indonesia, sekaligus menegaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok regional dan global.
Dalam diskusi tersebut, para peserta mengidentifikasi peluang penguatan kerja sama Indonesia–Jerman, khususnya di bidang infrastruktur maritim, layanan logistik, serta proyek-proyek terkait energi. Dialog ini menjadi ruang pertukaran pandangan antara sektor publik dan swasta mengenai potensi kolaborasi ke depan.
Secara keseluruhan, kunjungan dan rangkaian diskusi ini memperkuat dialog antara pemangku kepentingan Jerman dan mitra di Indonesia. Fokus utamanya adalah pengembangan sektor maritim, ekspansi industri, serta peningkatan kerja sama investasi. EKONID tetap berkomitmen untuk memfasilitasi pertukaran dan kolaborasi yang mendukung kerja sama ekonomi yang berkelanjutan antara Indonesia dan Jerman.
Lihat lebih banyak kegiatan kami di halaman LinkedIn kami.