EKONID dan GIZ Indonesia & ASEAN menggelar Circular Economy Forum kedua pada 6 Februari 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi wadah bagi pelaku industri dari Indonesia dan Jerman untuk bertukar gagasan serta membahas langkah konkret dalam mendorong praktik produksi dan konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sektor kemasan, manufaktur mesin, hingga industri makanan. Para peserta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi industri dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular, sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat rantai nilai yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Acara dibuka oleh Direktur Eksekutif EKONID, Dr. Monika Erath, yang menekankan pentingnya kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam mendorong transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan. Sambutan dilanjutkan oleh Philipp Glaeser, Manager Partners in Transformation Desk (PiT) Southeast Asia, yang menyoroti peran kemitraan internasional dalam mendukung agenda transisi hijau di kawasan.
Sesi utama menghadirkan Prof. Dr. Peter Eisner, Direktur Fraunhofer Institute for Process Engineering and Packaging IVV dari Jerman. Dalam paparannya bertajuk “Research and Innovation for Indonesia”, ia menjelaskan pendekatan riset terapan yang dikembangkan Fraunhofer IVV serta memperkenalkan proyek InCircular, kolaborasi antara Fraunhofer, GIZ Indonesia & ASEAN, dan BRIN untuk memperkuat pengembangan solusi ekonomi sirkular di Indonesia.
Diskusi yang difasilitasi oleh Adhitya Prayoga, Private Sector Advisor di InCircular, berlangsung interaktif. Peserta menunjukkan minat besar terhadap kolaborasi Fraunhofer IVV–BRIN dan membagikan perspektif mengenai dinamika pasar lokal, aspek regulasi, serta tantangan operasional dalam penerapan praktik ekonomi sirkular di Indonesia.
Forum ini menegaskan pentingnya dialog berkelanjutan antara pelaku industri, lembaga penelitian, dan mitra pembangunan dalam mempercepat implementasi ekonomi sirkular. EKONID dan GIZ Indonesia & ASEAN menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta atas kontribusi yang diberikan.
Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mendorong solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan sejalan dengan prioritas pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Lihat lebih banyak kegiatan kami di halaman LinkedIn kami.