Logo dar Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman

EKONID Menjadi Tuan Rumah Pertemuan CEO Business Roundtable

  • News

Pada 23 Juli 2026, EKONID mempertemukan para CEO dari perusahaan anggota Jerman di Indonesia dalam sebuah business roundtable. Acara ini membahas lanskap bisnis Indonesia yang terus berkembang, perkembangan regulasi, serta berbagai inisiatif baru untuk lebih mendukung kebutuhan para anggota.

20260218_EKONID Online Legal Roundtable_Website.png

Pada 23 Juli 2026, Kamar Dagang dan Industri Jerman–Indonesia (EKONID/AHK Indonesia) menyelenggarakan CEO Business Roundtable. Acara ini mempertemukan para pimpinan dari perusahaan anggota Jerman yang beroperasi di Indonesia untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan bisnis, tantangan regulasi, serta peluang di pasar Indonesia.

 

Roundtable ini menjadi wadah bagi para peserta untuk membahas dinamika lingkungan bisnis Indonesia yang terus berkembang, berbagi pengalaman dari masing-masing industri, serta saling bertukar perspektif terkait peluang dan tantangan utama yang memengaruhi perusahaan Jerman di negara tersebut. Acara dimulai dengan sambutan dan pengantar tujuan pertemuan, dilanjutkan perkenalan para CEO, serta diskusi meja bundar yang membahas perkembangan pasar, prioritas bisnis, dan bidang-bidang di mana EKONID dapat terus memberikan dukungan.

 

Para peserta juga menyampaikan poin-poin penting yang mereka peroleh dan membahas topik-topik yang relevan bagi komunitas bisnis Jerman yang lebih luas di Indonesia. Dalam sesi tersebut, EKONID memaparkan strategi peningkatan keterlibatan anggota, termasuk format kemitraan premium yang baru serta beragam platform bisnis yang lebih luas untuk menyesuaikan dengan kebutuhan anggota yang terus berkembang. Format baru ini dirancang untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi pertukaran tingkat eksekutif, dialog industri, kegiatan jejaring, serta keterlibatan langsung antara anggota dan pemangku kepentingan terkait.

 

Inisiatif ini mencerminkan upaya berkelanjutan EKONID untuk memperkuat perannya sebagai platform bagi perusahaan Jerman di Indonesia melalui fasilitasi berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, dan menciptakan peluang yang lebih terarah bagi anggota untuk menanggapi minat dan tantangan bersama. Acara ditutup dengan sambutan penutup dan resepsi jejaring, sehingga para peserta dapat melanjutkan diskusi dan membangun koneksi lebih lanjut dalam komunitas bisnis Jerman.

 

Sebagai perwakilan resmi dunia usaha Jerman di Indonesia, EKONID terus mendukung hubungan bisnis bilateral dengan menyediakan informasi, kesempatan jejaring, serta platform kerja sama antara perusahaan Jerman dan perusahaan Indonesia.

Baca berita terbaru

Lihat semua Berita
  • News German Energy Business Roundtable Highlights Opportunities and Challenges in Indonesia's Energy Sector
    Berita

    German Energy Business Roundtable Menyoroti Peluang dan Tantangan di Sektor Energi Indonesia

    Pada 6 Agustus 2026, AHK Indonesia/EKONID mempertemukan perusahaan dan institusi energi terkemuka dari Jerman di Jakarta untuk bertukar pandangan mengenai lanskap energi Indonesia yang terus berkembang, tantangan bisnis utama, serta peluang yang muncul. Rangkaian diskusi menegaskan pentingnya dialog kebijakan yang lebih erat, konsistensi regulasi, dan kerja sama Jerman–Indonesia dalam mendorong transisi energi yang tangguh dan berkelanjutan.

  • 20260218_EKONID Online Legal Roundtable_Website (2).png
    Berita

    EKONID Menjadi Tuan Rumah Rapat Koordinasi EIBN 2026

    Pada 15 Juli 2026, EKONID menyelenggarakan Rapat Koordinasi EIBN 2026, yang mempertemukan kamar dagang Eropa di Indonesia untuk bertukar pembaruan, menyelaraskan prioritas, dan memperkuat kerja sama dalam mendukung komunitas bisnis Eropa.

  • News Indonesia to Make Corporate Packaging Waste Management Mandatory
    Berita

    Indonesia Akan Mewajibkan Pengelolaan Limbah Kemasan Perusahaan

    Indonesia berencana mewajibkan perusahaan untuk membiayai serta mengelola pengumpulan dan daur ulang limbah kemasan melalui peraturan baru tentang extended producer responsibility. Kebijakan ini dapat berdampak pada sekitar 10.000 produsen, termasuk perusahaan multinasional di sektor barang konsumsi.

Mencari sesuatu yang lain?

Di pusat informasi kami, Anda dapat menemukan berita terkini, unduhan, video, podcast.

Pergi ke Pusat Informasi