Logo dar Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman

Industri Baja Indonesia di Tengah Perubahan Permintaan dan Dinamika Impor

  • News

Industri baja Indonesia menghadapi perubahan kondisi pasar pada 2026, seiring perkembangan aktivitas manufaktur, permintaan domestik, kapasitas produksi, dan arus perdagangan.

News Indonesia’s Steel Industry Navigates Shifting Demand and Import Dynamics

Industri baja Indonesia bergerak di tengah perubahan kondisi manufaktur setelah aktivitas pabrik kembali melemah pada Agustus 2026. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari S&P Global turun menjadi 49,8 pada Agustus dari 50,2 pada Juli, sedikit di bawah level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi. Menurut The Jakarta Post, penurunan produksi dan tenaga kerja memengaruhi capaian PMI pada Agustus, sementara pesanan baru meningkat tipis untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.

 

Perusahaan manufaktur yang disurvei dalam PMI menyebut persaingan yang meningkat, permintaan yang masih terbatas, serta kenaikan biaya input sebagai beberapa faktor yang memengaruhi penurunan produksi. Produksi tercatat menurun untuk kelima kalinya dalam enam bulan terakhir, sementara tingkat tenaga kerja kembali berada dalam zona kontraksi. Namun, kenaikan pesanan baru menunjukkan permintaan masuk relatif stabil sepanjang bulan tersebut.

 

Untuk industri baja, konsumsi domestik telah meningkat sebelum perlambatan aktivitas manufaktur terbaru. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan pada Februari bahwa konsumsi baja naik dari 18,6 juta ton pada 2024 menjadi 19,3 juta ton pada 2025, didukung oleh permintaan dari sektor konstruksi, manufaktur, dan otomotif. Kapasitas produksi baja nasional diperkirakan sekitar 16–17 juta ton per tahun, sementara tingkat utilisasinya masih berada di bawah 60–70%.

 

Dalam Kongres Nasional Indonesian Iron & Steel Industry Association pada Februari, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti kinerja industri logam dasar secara keseluruhan. “Pada 2025, industri logam kita mencatat pencapaian yang sangat baik,” ujar Airlangga, sebagaimana dikutip oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dengan pertumbuhan PDB sektor tersebut mencapai 15,71% pada 2025. Pemerintah juga mengidentifikasi kelebihan pasokan baja global dan meningkatnya kebijakan proteksi perdagangan sebagai sejumlah perkembangan eksternal yang memengaruhi industri.

 

Data perdagangan menunjukkan bahwa impor maupun ekspor besi dan baja meningkat selama tujuh bulan pertama 2026. Data Kementerian Perdagangan mencatat impor besi dan baja kategori HS 72 sebesar USD 6,22 miliar pada Januari–Juli, naik 15,32% dari USD 5,39 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Besi dan baja menyumbang sekitar 4,52% dari total impor nonmigas Indonesia pada periode tersebut.

 

Ekspor besi dan baja pada kategori HS yang sama mencapai USD 16,54 miliar selama Januari–Juli 2026, naik 2,77% dari USD 16,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas tersebut mencakup 10,34% dari total ekspor nonmigas Indonesia. Dengan demikian, besi dan baja mencatat surplus perdagangan sebesar USD 10,32 miliar selama tujuh bulan pertama 2026 dan menjadi salah satu penyumbang utama surplus perdagangan nonmigas Indonesia.

 

Pemerintah terus memberi perhatian pada daya saing industri baja domestik, pengembangan hilirisasi, serta berbagai kebijakan terkait pasar dalam negeri. Pada Februari, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa upaya tersebut mencakup penguatan hilirisasi dan perlindungan industri dalam negeri, serta pengembangan produksi baja rendah karbon. Airlangga juga menyoroti perlunya merespons kelebihan kapasitas global dan perubahan kondisi perdagangan internasional yang memengaruhi produsen baja.

Dalam kategori:

Baca berita terbaru

Lihat semua Berita
  • News Indonesia Moves to Simplify Foreign Worker Permits for Investors
    Berita

    Indonesia Sederhanakan Proses Perizinan Tenaga Kerja Asing untuk Kegiatan Investasi

    Indonesia akan mengintegrasikan layanan perizinan tenaga kerja asing melalui sistem Online Single Submission (OSS), mencakup proses ketenagakerjaan dan keimigrasian bagi tenaga kerja asing yang terkait dengan kegiatan investasi. Pemerintah menargetkan implementasi layanan terintegrasi ini mulai akhir September 2026.

  • News Foreign Investors Return to Indonesian Markets as Conditions Improve
    Berita

    Foreign Investors Return to Indonesian Markets as Conditions Improve

    Investor asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia seiring pemulihan nilai tukar rupiah, obligasi pemerintah, dan saham setelah mengalami volatilitas pada awal tahun.

  • News Retail Sales Expected to Maintain Growth in August 2026
    Berita

    Penjualan Eceran Diperkirakan Tetap Tumbuh pada Agustus 2026

    Penjualan eceran di Indonesia diperkirakan tetap tumbuh secara tahunan pada Agustus 2026, terutama ditopang oleh penjualan suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor serta makanan, minuman, dan tembakau, berdasarkan Survei Penjualan Eceran terbaru Bank Indonesia.

Mencari sesuatu yang lain?

Di pusat informasi kami, Anda dapat menemukan berita terkini, unduhan, video, podcast.

Pergi ke Pusat Informasi