PT Siemens Indonesia, sebagai Premium Partner AHK Indonesia/EKONID, secara resmi menyelenggarakan Siemens Tech Summit 2026. Acara ini mempertemukan sekitar 1.000 pemangku kepentingan industri, mitra teknologi, dan akademisi untuk mendorong agenda transformasi digital Indonesia serta transisi energi.
EKONID dengan senang hati mendukung Siemens Indonesia dan Siemens Tech Summit 2026, yang menjadi wadah untuk pertukaran bisnis, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor. Konferensi ini menyoroti teknologi dan kemitraan yang bersifat praktis, yang dapat mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat daya saing industri, meningkatkan efisiensi energi, dan bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
“Siemens Tech Summit 2026 bukan sekadar ajang pamer teknologi; ini adalah katalis untuk eksekusi. Dengan menggabungkan portofolio digital kami serta kemitraan lokal yang kuat, kami membantu mewujudkan bersama masa depan yang lebih berkelanjutan dan kompetitif bagi Indonesia,” ujar Surya Fitri, President Director dan CEO Siemens Indonesia, serta Anggota Dewan Pengawas AHK Indonesia/EKONID.
Salah satu fokus utama dalam acara ini adalah portofolio teknologi next generation Siemens yang bernama “X”, yang menghubungkan dunia nyata dan digital di berbagai sektor. Portofolio ini mencakup Industrial Operations X untuk manufaktur yang otonom dan berbasis data, Electrification X untuk sistem energi yang lebih cerdas dan tangguh, Building X untuk bangunan yang lebih efisien serta berkelanjutan, dan Gridscale X untuk mendukung transisi menuju jaringan energi otonom.
Solusi-solusi tersebut dipaparkan bersamaan dengan Knowledge Hubs khusus yang membahas tema-tema penting, seperti pembiayaan, transisi energi, Industrial AI, transformasi digital, keberlanjutan, dan keamanan siber. Para peserta juga dapat mengikuti demonstrasi langsung di Technology Expo untuk melihat bagaimana teknologi digital dapat diterapkan guna menjawab tantangan industri nyata.
Salah satu tonggak penting dalam acara ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) strategis dengan PT Accenture Indonesia, PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, dan PT Telekomunikasi Selular. Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi industri Indonesia melalui solusi transformasi digital end-to-end, penguatan kapabilitas power engineering, serta pemanfaatan IoT dan data analytics dalam operasi perusahaan.
Melalui kerja sama dengan Accenture, Siemens akan mengembangkan solusi transformasi digital yang mengintegrasikan Operational Technology (OT) dan Information Technology (IT), dengan dukungan kecerdasan buatan serta platform digital. Kemitraan dengan PLN Enjiniring berfokus pada penguatan ekosistem power engineering di Indonesia melalui layanan engineering, pertukaran pengetahuan, kerja sama teknis, dan program peningkatan kapasitas. Sementara itu, kolaborasi dengan Telkomsel dirancang untuk mendukung digitalisasi perusahaan melalui peningkatan teknologi, integrasi IoT, serta analitik data tingkat lanjut.
Di luar teknologi dan kemitraan, Siemens juga menekankan pentingnya pengembangan talenta melalui University Strategic Partnership Program. Dalam acara tersebut, Siemens mengumumkan hibah perangkat lunak untuk tujuh universitas di Indonesia, yang memberikan akses ke perangkat lunak PSS® SINCAL untuk simulasi sistem tenaga dan pendidikan keteknikan tingkat lanjut. Institusi penerimanya adalah STEI ITB, Institut Teknologi Nasional Malang, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Trisakti, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Sriwijaya.
Setiap universitas akan menerima perangkat lunak senilai IDR 100 juta, sehingga memperluas program inisiatif Siemens yang berfokus pada pendidikan ke lebih banyak institusi di seluruh Indonesia. Program ini melanjutkan kerja sama sebelumnya dengan universitas seperti ITS dan IT PLN, di mana perangkat lunak tersebut telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sejak 2024 dan membantu mahasiswa memperoleh keterampilan praktis yang relevan dengan sektor energi dan ketenagalistrikan.
Untuk mendukung pengembangan calon insinyur di masa depan, Siemens juga akan meluncurkan kompetisi mahasiswa SINCAL pada tahun depan. Kompetisi ini akan menantang tim mahasiswa untuk menyelesaikan studi kasus sistem tenaga yang nyata menggunakan perangkat lunak tersebut, dengan penilaian atas setiap pengajuan oleh para ahli dari industri.
Melalui Siemens Tech Summit 2026, Siemens Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi industri Indonesia, digitalisasi, serta transisi menuju sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. EKONID menyambut komitmen tersebut dan berharap dapat terus bekerja sama dengan Siemens Indonesia dalam memperkuat hubungan bisnis, teknologi, dan inovasi antara Jerman dan Indonesia.