Investasi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia mencapai Rp 11,40 triliun (USD 636 juta) pada semester I 2026. Angka ini naik 11,85% dibanding Rp 10,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu, menurut Asosiasi Tekstil Indonesia (API).
Wakil Ketua API, Ian Syarif, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan adanya investasi di seluruh rantai industri, baik hulu maupun hilir. Investasi pada industri tekstil manufaktur naik menjadi Rp 6,78 triliun pada Januari–Juni 2026 dari Rp 6,05 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, investasi di industri pakaian jadi meningkat menjadi Rp 4,62 triliun dari Rp 4,14 triliun.
Kenaikan investasi ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk revitalisasi industri tekstil nasional yang beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan akibat ekspor yang lemah, impor yang meningkat, serta penutupan pabrik.
Pada awal tahun ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah menyiapkan peta jalan untuk memperkuat industri tekstil dan produk tekstil melalui investasi pada segmen hilir. Dalam rencana tersebut, dana investasi negara Danantara diperkirakan mengalokasikan sekitar USD 6 miliar untuk membentuk badan usaha milik negara (BUMN) yang berfokus pada tekstil serta membiayai pengadaan barang modal, penerapan teknologi, dan perluasan ekspor.
“Kami menyiapkan peta jalan untuk memperkuat industri TPT,” kata Airlangga, seperti dikutip Antara, seraya menambahkan bahwa investasi akan diarahkan untuk modernisasi produksi dan meningkatkan ekspor.
Pemerintah juga menetapkan tekstil dan garmen sebagai salah satu industri yang diharapkan dapat membantu meredam dampak ketidakpastian perdagangan global, termasuk potensi kebijakan tarif di pasar ekspor utama, menurut Antara.
Data terbaru ini muncul bersamaan dengan pertumbuhan investasi yang lebih luas di Indonesia. Pemerintah melaporkan realisasi investasi terus meningkat pada semester I 2026, didukung oleh sektor manufaktur, industri hilir, dan jasa, seiring upaya memenuhi target investasi sepanjang tahun.
Industri tekstil dan produk tekstil merupakan salah satu sektor manufaktur padat karya terbesar di Indonesia dan tetap menjadi kontributor penting bagi basis industri serta ekspor nasional.